Unjukrasa Ricuh, Polisi Tangkap Pelaku diduga Provokator
13 Agustus 2024 19:57

Jombang - Suasana mencekam terjadi di depan Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jombang, sejumlah massa melaksanakan aksi unjukrasa dengan maksud menolak hasil dari putusan yang dikeluarkan oleh KPU.
Aksi anarkis dilakukan massa mulai dari dorong-dorongan, melempari petugas pengamanan dengan benda hingga membakar barang pada saat melakukan unjukrasa.
Namun, dengan kesigapan dari personel Kepolisian Resort (Polres) Jombang dalam melaksanakan pengamanan, situasi secara perlahan dapat kembali aman dan kondusif bahkan petugas mengamankan beberapa orang yang dianggap sebagai provokator dalam kerusuhan aksi unjukrasa tersebut.
Seperti itulah gambaran simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) yang digelar Polres Jombang sore ini di Stadion Merdeka. Selasa, (13/8/2024).
Sedikitnya, ada 580 personel dari Polres Jombang yang untuk pengamanan Pilkada 2024. Ratusan polisi itu dilibatkan pula dalam Sispamkota di Stadion Merdeka Jombang, Jalan Gus Dur.
Sispamkota yang dipimpin Wakapolres Jombang Kompol Hari Kurniawan mensimulasikan pengamanan setiap tahapan Pilkada 2024. Jalannya simulasi disaksikan perwakilan KPU, Bawaslu, parpol, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat Kota Santri.
"Sore ini kita laksanakan sispamkota dalam rangka kesiapan pengamanan pilkada 2024. Jadi seluruh stake holder kita libatkan," kata Wakapolres Jombang Kompol Hari Kurniawan kepada wartawan di lokasi, Selasa (13/08/2024).
Simulasi diawali dari tahap kampanye, polisi menjaga keamanan setiap paslon berikut para pendukungnya. Pada tahap distribusi logistik Pilkada 2024, Satsamapta dan Satlantas Polres Jombang bersama TNI mengawalnya secara berlapis.
Tensi mulai meningkat pada tahap pemungutan dan rekapitulasi suara. Skenario aksi unjuk rasa pun digelar dalam simulasi ini. Sekolah-sekolah ada kelompok massa yang tak puas dengan hasil penghitungan KPU Jombang.
Dalam skenario ini, Polres Jombang mengerahkan pasukan Dalmas dan 1 mobil watercanon untuk memukul mundur massa ketika kericuhan pecah. Sejumlah anggota Satreskrim Polres Jombang turut beraksi menangkap para provokator kericuhan.
"Kami antisipasi pihak yang tidak menghendaki kondusif, termasuk pendukung yang tidak puas terkait penetapan hasil Pilkada. Ada 580 personil gabungan kami turunkan untuk antisipasi itu," jelasnya.
Antisipasi gangguan kamtibmas di setiap tahapan Pilkada, lanjut Hari, sesuai arahan Kapolres Jombang AKBP Eko Bagus Riyadi. Yaitu mengedepankan preemtif dan preventif yang didukung intelijen kemamanan (Intelkam).
Bahkan, titik rawan bencana alam yang berpotensi mengganggu Pilkada 2024 juga sudah dipetakan Polres Jombang. Meliputi Kecamatan Plandaan, Wonosalam dan Ngusikan.
"Akan kami tempatkan siaga bencana dan rekan-rekan stakeholder. Jika ada situasi yang tidak menguntungkan, kami sudah siap," tandasnya.
Berita Populer
- Brantas Acarita tahun 2023 di Kabupaten Jombang Berlangsung Meriah.
- Apel Akbar Sabuk Kamtibmas
- Unipdu Jombang Serukan Pemilu Damai dan Tolak Politik Praktis
- Wujud Sinergi Menjaga Keamanan dan Ketertiban, Polres Jombang Gelar Apel Ojol Kamtibmas
- PNIB dan PN Lingpasraga Bagikan Takjil Nanas dan Kelapa Muda Di Jombang, Sampaikan Pesan Persatuan Indonesia diatas segalanya serta Dukungan Polri di Bawah Presiden
- Terungkap! Mayat di Aliran Sungai Megaluh Jombang Berawal dari Cemburu dan Miras