Jumat Curhat, Polres Jombang Gandeng Umat Kristiani Cegah Isu SARA
13 Oktober 2023 14:09

Jombang - Meski dikenal dengan sebutan Kota Santri dan banyak Pondok Pesantren yang berdiri. Namun, wilayah Kabupaten Jombang dengan komposisi masyarakat yang beraneka ragam agama dapat secara rukun dan selaras dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Hal ini tidak lepas dari tingginya rasa toleransi umat beragama di kabupaten Jombang.
Tidak ingin rasa toleransi antar umat beragama pudar, melalui kegiatan Jumat Curhat yang sudah diselenggarakan secara rutin, Kepolisian Resort (Polres) Jombang menggelar acara silaturahmi dengan umat kristiani di wilayah kabupaten Jombang. Tentu saja, hal tersebut dilaksanakan dalam rangka mewujudkan sinergi dan kolaborasi untuk memperkokoh toleransi dan kerukunan umat beragama menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Jumat, (13/10).
Acara yang digelar di ruang Jombang Command Center (JCC) Polres Jombang dihadiri sekitar 20 orang. Selain Kapolres Jombang AKBP Eko Bagus Riyadi, S.H.,S.I.K.,M.Si, nampak hadir dari Kemenag, Kesbangpol dan ketua persekutuan Gereja Jombang beserta anggotanya.
Dalam sambutannya, Kapolres Jombang mengapresiasi atas tingginya nilai toleransi antar umat beragama di Kabupaten Jombang. Menurutnya hal tersebut dapat dilihat dari keberadaan pondok pesantren yang banyak namun di Jombang juga banyak gereja.
Selain itu, pihaknya juga menghimbau untuk bersama-sama menjaga kondusifitas di wilayah kabupaten Jombang khususnya terkait dengan isu SARA yang dirasa dapat meningkat jelang tahun politik saat ini dan dapat memecah belah kerukunan antar umat beragama.
"Menjelang tahun politik dinamika politik mudah berkembang. Mari kita cegah bersama-sama terkait isu-isu SARA." Tutur AKBP Eko Bagus.

Senada, perwakilan dari Kemenag Jombang Abdul Manaf menyampaikan toleransi antar umat beragama di Jombang sangat tinggi. Oleh sebab itu, kabupaten Jombang mendapatkan penghargaan dari pemerintah pusat terkait kerukunan antar umat beragama tersebut.
Disamping itu, pihaknya juga berpesan kepada seluruh elemen masyarakat untuk tidak menggunakan tempat ibadah sebagai tempat melaksanakan kampanye.
"Kita semua harus menjaga jangan sampai tempat ibadah dijadikan tempat untuk kegiatan politik." Ucap Abdul Manaf.
Lebih lanjut, perwakilan dari Kesbangpol Jombang Samsul Anwar menyampaikan terkait perayaan ibadah natal dan tahun baru yang rutin dilakukan dirasa perlu adanya evaluasi sehingga dapat meminimalisir adanya kesalahan dan pelaksanaan dapat berjalan dengan lancar.
"Terkait politik saya yakin para pendeta sudah paham namun ditingkat jemaat yang belum paham sehingga perlu dilaksanakan sosialisasi tentang aturan dan larangan." Ucap Samsul Anwar
Sama halnya, Ketua Persekutuan Gereja Jombang pendeta Suyono. Menurutnya aturan tempat ibadah tidak diperbolehkan untuk kegiatan politik, sehingga dirasa perlu mengundang seluruh perwakilan umat beragama.
Tidak hanya itu, pihaknya juga berpendapat bahwa tahun ini sangat rentan adanya gesekan antar pemeluk agama. Hal ini dilontarkan karena adanya perang antara Palestina dan Israel yang seolah-olah terjadi perang antar pemeluk agama.
Masih kata pendeta Suyono, ia mengapresiasi adanya program Minggu Kasih. Menurutnya, program yang dilaksanakan oleh Polres Jombang tersebut sangat membantu dan bermanfaat bagi seluruh jemaat.
"Terkait pengamanan Natal selama ini kita tidak masalah dengan pengamanan yang banyak karena kami merasa terbantu dan merasa aman. Selama kami ibadah padahal ibadahnya sangat pagi, namun tetep ada Polisi yang berjaga." Ucap pendeta Suyono.
Berita Populer
- Brantas Acarita tahun 2023 di Kabupaten Jombang Berlangsung Meriah.
- Apel Akbar Sabuk Kamtibmas
- Unipdu Jombang Serukan Pemilu Damai dan Tolak Politik Praktis
- Wujud Sinergi Menjaga Keamanan dan Ketertiban, Polres Jombang Gelar Apel Ojol Kamtibmas
- PNIB dan PN Lingpasraga Bagikan Takjil Nanas dan Kelapa Muda Di Jombang, Sampaikan Pesan Persatuan Indonesia diatas segalanya serta Dukungan Polri di Bawah Presiden
- Terungkap! Mayat di Aliran Sungai Megaluh Jombang Berawal dari Cemburu dan Miras